الشَرِيْعَةُ أَخْذٌ بِدِيْنِ اْلخَالِقِ وَقِيَامُهُ بِالْأَمْرِ وَالنَّهْىِ انْجَلاً
ARI ANU DISEBUT SYARE`AT NYAETA NYEUKEUL KANA AGAMA ALLOH JEUNG NANJEURKEUN AGAMA KALAWAN NGALAKONAN KANA PARENTAHANNANA ALLOH JEUNG NINGKAHAN KANA CEGAHANNANA ANU PERTELA
Wudhu menurut Ilmu Khilaf ( Ilmu perbedaan pendapat para Ulama ) mempunyai beberapa fardhu, sunah,makruh dan hal-hal yang membatalkannya, sebagaimana akan kami uraikan dalam pembahasan berikut :
Fardu atau rukunnya :
فعند السادة المالكية : فرائض الوضوء سبعة وهي : النية وغسل الوجه وغسل اليدين مع المرفقين ومسح جميع الرأس وغسل الرجلين مع الكعبين والفور والتدليك على المعتمد عندهم
Menurut para Ulama Madzhab Maliki, bahwa fardhu wudhu ada 7 yaitu : 1.Niat Wudhu 2.Mencuci muka 3.Mencuci kedua tangan sampai dengan kedua siku 4.Menyapu semua kepala ( dengan air ) 5.Mencuci kedua kaki sampai dengan mata kaki 6.Faur ( Segera ) 7.Tadliik ( Menggosok anggota Wudlu ) menurut qoul mu`tamad ( perkataan yang bisa dipercaya ) menurut Ulama Madzhab Maliki. Sedangkan Tertib adalah sunah menurut Ulama Madzhab Maliki.
وعند السادة الشافعية : عدوا فرائض الوضوء ستة وهي : النية وغسل الوجه وغسل اليدين مع المرفقين ومسح بعض الرأس وغسل الرجلين مع الكعبين والترتيب
Menurut para Ulama Madzhab Syafi`i, bahwa fardhu wudhu ada 6 yaitu : 1.Niat Wudhu 2.Mencuci muka 3.Mencuci kedua tangan sampai dengan kedua siku 4.Menyapu sebagian kepala ( dengan air ) 5.Mencuci kedua kaki sampai dengan mata kaki 6.Tertib
وعند السادة الحنابلة : عدوا فرائض الوضوء ستة وهي : غسل الوجه ومنه داخل الفمّ والأنف وغسل اليدين مع المرفقين ومسح جميع الرأس ومنها الأذنان وغسل الرجلين مع الكعبين والترتيب والموالاة وأما النية فعدوها شرطا فى صحته
Menurut para Ulama Madzhab Hambali, bahwa fardhu wudhu ada 6 yaitu : 1.Mencuci muka termasuk sebagian dari muka yaitu mulut ( berkumur ) dan hidung ( memasukan air ke hidung ). 2.Mencuci kedua tangan sampai dengan kedua siku 3.Menyapu semua kepala ( dengan air ) termasuk sebagian dari kepala yaitu telinga ( menyapu kedua belah kuping ). 4.Mencuci kedua kaki sampai dengan mata kaki 5.Tertib 6.Muwalah ( berturut-turut dalam membasuh anggota demi anggota wudhu ). Adapun Niat adalah syarat, dalam sahnya niat menurut Ulama Madzhab Hambali, sehingga bila dilakukan sebelum pekerjaan wudhu maka sahlah wudhu itu.
وعند السادة الحنفية : عدوا فرائض الوضوء أربعة وهي : غسل الوجه وغسل اليدين مع المرفقين ومسح ربع الرأس وغسل الرجلين مع الكعبين
Menurut para Ulama Madzhab Hanafi, bahwa fardhu wudhu ada 4 yaitu : 1.Mencuci muka 2.Mencuci kedua tangan sampai dengan kedua siku 3.Menyapu seperempat kepala ( dengan air ) 4.Mencuci kedua kaki sampai dengan mata kaki.
والسادة الحنفية قالوا : إنّ النية سنة مؤكدة لمواظبته صلى الله عليه وسلم عليها
Para ulama madzhab hanafi berkata : sesungguhnya niat adalah sunah muakkad ( yang penting ) untuk muwazhobahnya ( ketekunannya ) Saw. Atasnya. Kecuali bila berwudhu dengan air bekas atau sisa minum keledai atau dengan air perahan kurma dan ketika bertayamum, maka niat adalah fardhu. Begitu juga Tertib adalah sunnah menurut para Ulama madzhab hanafi. ( DISALIN DARI KITAB FAUZ WANNAJAAH SAYYID TIJANI )
Catatan yang harus dibaca : -Bahwa didalam bermadzhab itu haruslah bertaqlid dengan satu Imam Madzhab seperti yang di ungkapkan oleh pengarang kitab " keagungan Imam syafi`i " dan tidak membeda-bedakan madzhab karena semua madzhab itu benar sebagaimana yang dipaparkan oleh Imam Malik bin Anas ra. yang ada dalam kitab Asholatu a`la madzahibil arba`ah karangan syeh Abdul Qodir Arrahbawi .
إنّ للوضوء حقيفة ظاهرة و باطنة لاكمال للوضوء ولا تمام لها إلا بإقامتها جميعا
Ada dua hakekat bagi Wudhu` yaitu Hakekat Wudhu`lahir dan hakekat Wudhu` batin. Wudhu seseorang itu tidak akan di anggap sempurna, melainkan menerapkan kedua hakekat itu sekaligus.
قال حاتم لعاصم بن يوسف إذاحضر وقت الصلاة توضأ وضوأين وضوءا ظاهرا ووضوء باطنا قال عاصم كيف ذلك قال أمّا وضوء الظاهر فتعلم وأمّا وضوء الباطن فالتوبة والندامة وترك الغلّ والغشّ و الشكّ والكبر والترك حبّ الدنيا وثناء الخلق والرياسة إنتهى
Telah berkata Hatim al A`sham kepada A`shim bin yusuf ra. :” ketika datang waktu shalat , makawudhu`lah kamu dengan dua wudhu` pertama wudhu` lahir dan kedua wudhu` batin. Maka Ashim bin yusuf berkata : “ bagaimana cara melakukan kedua wudhu` tersebut ? maka berkata Hatim al A`sham :” Adapun wudhu lahir yaitu kamu mengetahui terhadap wudhu` yang lahir sedangkan wudhu` batin yakni taubat dan merasa menyesal serta meninggalkan dengki dan tipu daya, keraguan, takabur, cinta kepada dunia,ingin mendapat pujian dari makhluq, dan ingin dijadikan pemimpin.
فإنّ الوضوء تمنع البلاء كما روى عن بعضهم
Dan sesungguhnya berwudhu itu mencegah terhadap bencana, seperti yang telah diriwayatkanoleh sebagian U`lama.
وقال عمر رضى الله عنه أنّ الوضوء الصالحيطرد عنك الشيطان ( نقل فى قامع الطغيان للنووى )
Dan sayyid Umar bin Khatab ra. Bersabda : “ Sesungguhnya Wudhu yang benar itu dapat menolakmu dari gangguan setan.”
إذا دخلت فى الصلاة فأنس الدنيا وأهلها وأقبل على الله تعالى إقبالك عليه يوم القيامة ووقوفك بين يدى الله ليس بينك وبينه ترجمان وهو مقبل عليك وتناجيه وتعلم بين يدى من انت واقف فإنّه الملك العظيم
Ketika Anda melakukan shalat, maka lupakanlah dunia dan seisinya ( maksudnya kalau ingin makan, makanlah terlebih dahulu supaya Anda tidak teringat makan didalam melaksanakan shalat, begitu juga kalau kita menyimpan sesuatu dari perkara duniawi simpanlah terlebih dahulu pada tempatnya, seperti halnya dompet, simpanlah dompet terlebih dahulu pada tempatnya agar didalam melaksanakan shalat Anda tidak teringat dengan dompet Begitu juga hal-hal yang berhubungan dengan Aliyah dunia beserta isinya ), ( lalu ) hadapkanlah Anda hanya kepada Allah Ta`ala ( saja ), sebagaimana Anda menghadap pada hari kiamat nanti.
Dzikirlah ketika Anda berdiri di hadapan Allah, antara Anda dan Allah tidak ada penerjemah. Dia ( Allah ) menghadap pada Anda ( artinya mengawasi setiap hati manusia ) dan Anda Munajat kepada-Nya ( kepada Allah Ta`ala ), Anda tahu bahwa Anda berdiri di hadapan Dzat yang Maha Raja dan Maha Agung. ( artinya anda itu berhadapan bukan dengan para Nabi, para Rasul , para U`lama dan para Wali yang Anda segani dan Anda hormati melainkan Anda berhadapan langsung dengan Dzat Allah yang menciptakan Ruhnya para Nabi, para Rasul, para U`lama dan para Wali yang seharusnya lebih Anda Segani dan Anda hormati ).
وقيل : لبعضهم كيف تكبر ؟ تكبرة الأولى فقال ينبغى إذا قلت ألله أكبر أن يكون مصحوبك فى الله التعظيم مع الألف والهيبة مع اللام والمراقبة والفرق مع الهاء
Di tanyakan kepada sebagian Muqorrobin ( Orang-orang yang dekat dengan Allah ) : “ Bagaimana Anda melakukan takbir yang pertama ?” Jawabnya :” Sebaiknya ketika anda mengucapkan Allohu Akbar, huruf Alif( dari lafadz Allah ) menyertai Anda dalam Keagungan Allah, huruf Lam ( dari lafadz Allah ) menyertai Anda dalam ketakutan disertai rasa hormat, dan huruf Haa ( dari lafadz Allah ) menyertai Anda dalam menjaga diri dan memisahkan diri dari selain Allah.
وإعلم : ان من الناس من إذا قال ألله أكبر غاب فى مطالعة العظمة وصار الكون بأسره فى فضاء شرح صدره كخردلة بأرض فلاة ثمّ يلقى الخردلة فما يخشى من الوسوسة وحديث النفس وما يتخايل فى الباطن هو من الكون الذى صار بمنـزلة الخردلة والقيت فكيف تزاحم الوسوسة مثل هذا العبد والله تعالى أعلم
Ketahuilah, bahwa di antara manusia ada hamba yang ketika mengucapkan Allohu Akbar, Ia lebur dalam kegaiban dalam melihat keagungan Allah. Jagad seluruhnya berada dalam dataran keluasan jiwanya, bagaikan sebiji sawi di tanah luas, kemudian ia menemukan biji sawi itu, maka ragu-ragu dan bisikan jiwa yang ditakutkan dan apa yang dikhayalkan dalam batin, adalah jagad yang sudah menjadi kecil sebiji sawi, yang kemudian dilempar.Lalu bagaimana Anda bisa membuang ragu-ragu seperti hamba ini ?
قال الإمام بركة الأنام عبد الله باعلوى الحداد رضى الله عنه :
إنّ للصلاة صورة ظاهرة وحقيفة باطنة لاكمال للصلاة ولا تمام لها إلا بإقامتها جميعا
Ada dua hakekat bagi Shalat yaitu Hakekat shalat lahir dan hakekat shalat batin.Shalat seseorang itu tidak akan di anggap sempurna, melainkan menerapkan kedua hakekat itu sekaligus.
فأمّا صورتها الظاهرة فهى القيام والقراءة والركوع والسجود ونحو ذلك من وظائف الصلاة الظاهرة
Adapun hakekat shalat lahir itu ialah,berdiri,membaca,ruku`,sujud dan yang semisal itu dari tugas-tugas shalat yang lahir.
وأمّا حقيقتها الباطنة فمثل الخشوع وحضور القلب وكمال الإخلاص والتدبّر والتفهّم لمعانى القراءة والتسبيح ونحو ذلك من وظائف الصلاة الباطنة
Sedang hakekat shalat batinnya ialah ,Khusyu`,hadir hati ketulus ikhlasan yang sempurna,meneliti dan memahami makna-makna bacaan shalat,tasbih dan yang semisal itudari tugas-tugas shalat yang batin.
فظاهر الصلاة حظّ البدن والجوارح وباطن الصلاة حظّ القلب والسّرّ وذلك محلّ نظر الحقّ من العبد أعنى قلبه وسرّه
Tugas shalat yang lahir dilakukan oleh bagian badan dan anggota.Manakalatugas shalat batin menjadi bagian hati dan rahasia kebatinannya.Hati dan rahasia dalam dirinya inilah yang menjadi perhatian Allah pada setiap hambanya.
قال الإمام الغزالىّ رحمه الله تعالى : مثل الذى يقيم صورة الصلاة الظاهرة ويغفل من حقيقتها الباطنة كمثل الذى يهدى لملك عظيم وصيفة ميّتة لاروح فيها ومثل الذى يقصّر فى إقامة ظاهر الصلاة كمثل الذى يهدى إلى الملك وصيفة مقطوعة الأطراف مفقوأة العينين فهو والذى قبله متعرّضان من الملك بهديّتهما للعقاب والنكال لاستهانتهما بالحرمة واستخفافهما بحقّ الملك
Imam Ghazali ra. Berkata: “ Perumpamaan orang yang mendirikan shalat secara hakekat lahir saja dengan mengabaikan hakekat shalat batinnya, bagaikan seseorang yang menghadiahkan seorang putri yang sudah mati, tidak bernyawa lagi, kepada seorang Maha raja Agung.dan perumpamaan orang yang lupa dalam mendirikan hakekat shalatnya yang lahir,bagaikan seseorangt yang menghadiahkan seorang putri yang putus kaki tangannyadan buta pula matanya, kepada seorang Raja.kedua orang ini akan dimurkai oleh raja disebabkan hadiahnya.mereka akan disiksa dan dianiaya oleh raja,karena menghina kedudukan raja dan mengabaikan haknya.
ثمّ قال فأنت تهدى صلاتك إلى ربك فإيّاك أن تهديها بهذه الصفة فتستوجب العقوبة إنتهى بمعناه
Selanjutnya Imam Ghazali ra. Berkata : “ Perumpamaan itu sama dengan anda yang menghadiahkan shalat kepada Allah.waspadalah,jangan anda menghadiahkan shalatmu dengan sifat-sifat itu, sehingga anda patut menerima siksaan Allah Swt.” Demikian maksudnya.
إعلم : أنّه ورد أن أوّل ماينظر فيه من عمل العبد يوم القيامة الصلاة فان وجدت تامة قبلت منه وسائر عمله , وان وجدت ناقصة ردت إليه وسائر عمله
Ketahuilah sesungguhnya ada riwayat, bahwa yang pertama kali dilihat dari Amal seorang hamba besok hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya ditemukan sempurna, maka diterimalah shalat itu dan seluruh Amalnya yang lain.
وقال النبى صلى الله عليه وسلم : مثل الصلاة المكتوبة كمثل الميزان من أوفى استوفى
Nabi Muhammad Saw. Bersabda , “ Perumpamaan Shalat maktubah adalah seperti timbangan .Barang siapa yang memenuhi shalatnya, akan dipenuhilah timbangan itu.”
وقال يزيد الرقاشى كانت صلاة رسول الله صلى الله عليه وسلم مستوية كأنها موزونة
Berkata Yazid Ar-Raqasyi,” Shalat Rasulallah Saw. Adalah shalat yang lurus seakan –akan sedang ditimbang.’
وقال النبى صلى الله عليه وسلم : إنّ الرجلين من أمّتى ليقومان إلى الصلاة وركوعهما وسجودهما واحد وإنّ ما بين صلاتيهما ما بين السماء والأرض وأشار إلى الخشوع
Nabi Muhammad Saw. Bersabda,’ Sesungguhnya dua orang laki-laki dari umatku sedang berdiri mengerjakan shalat. Ruku` dan sujud mereka adalah sama. Tetapi sesungguhnya jarak ( beda ) antara dua buah shalat mereka seperti jarak ( beda ) antara langit dan bumi.” Beliau mengisyaratkan tentang kekhusyuan,”
وقال النبى صلى الله عليه وسلم : لاينظر الله يوم القيامة إلى العبد لايقيم صلبه بين ركوعه وسجوده
Allah tidak akan melihat seorang hamba besok hari kiamat yang tidak meluruskan, menegakkan tulang punggung di antara ruku` dan sujudnya.”
وقال النبى صلى الله عليه وسلم : من صلّى صلاة لوقتها وأسبغ وضؤهاوأتم ركوعها وسجودها وخشوعها عرجت وهى بيضاء مسفرة تقول حفظك الله كما حفظتنى ومن صلّى صلاة لغير وقتها ولم يسبغ وضؤها ولم يتم ركوعها ولا سجودها ولا خشوعها عرجت وهى سوداء مظلمة تقول ضيعك الله كما ضيعتنى حتى إذا كانت حيث شاء الله لفت كما يلف الثوب الخلق فيضرب بها وجهه
Nabi Muhammad Saw. Bersabda ,” Barang siapa yang shalat pada waktunya , menyempurnakan wudlu dan ruku`nya, sujud dan kekhusu`annya , mangka shalat itu di angkat ke langit dalam keadaan terang cemerlang “. Shalat itu berkata,” Mudah-mudahan Allah memeliharamu sebagaimana engkau telah memeliharaku.” Dan barang siapa yang shalat tidak pada waktunya, tidak menyempurnakan wudlunya, dan tidak menyempurnakan ruku`, sujud, dan kekhusyu`annya, maka shalat itu di angkat dalam keadaan gelap dan hitam kelam. Shalat itu berkata ,”Mudah-mudahan Allah menyia-nyiakanmu sebagaimana kamu telah menyia-nyiakanku. Sehingga ketika shalat itu berada di tempat yang di kehendaki Allah, maka shalat itu seperti pakaian usang yang dilipat kemudian dipukulkan pada wajahnya.”
وقال النبى صلى الله عليه وسلم : أسوأ الناس سرقة الذى يسرق من صلاته
Nabi Muhammaqd Saw. Bersabda,” Manusia paling jahat dalam mencuri adalah orang yang mencuri dari shalatnya.”
وقال ابن مسعود رضى الله عنه : الصلاة مكيال فمن أوفى استوفى ومن طفف فقد علم ما قال الله (( ويل للمطففين ))
Ibnu Mas`ud berkata,” Shalat itu adalah takaran barang siapa yang memenuhinya maka takaran itu akan dipenuhi.Dan barang siapa yang curang maka dia pun sebenarnya benar-benar mengetahui apa yang difirmankan Allah :
“ kecelakaan besar bagi orang-orang yang curang.”
( QS. Al-Muthaffifin : 1 )
وقال بعض العلماء : مثل المصلى مثل التاجر الذى لايحصل له الربح حتى يخلص له راس المال وكذلك المصلى لاتقبل له نافلة حتى يؤدى الفريضة
Sebagian Ulama berkata,” Perumpamaan orang yang shalat adalah seperti pedagang. Doa tidak akan mendapat keuntungan sampai modalnya telah selamat. Demikian pula orang yang shalat, tidak akan diterima shalat sunatnya sampai ia menunaikan shalat fardhu.”
وكان أبو بكر رضى الله عنه يقول : إذا حضرت الصلاة قوموا إلى نار ربكم التى أوقدتموها فأطفئوها
Abu Bakar ra. Berkata,”Ketika datang waktu shalat, berdirilah menghadap api Tuhanmu yang telah kau nyalakan lalu padamkanlah.”
وقال النبى صلى الله عليه وسلم : إنما الصلاة تمسكن وتواضع
Nabi Muhammad Saw. Bersabda,”Sesungguhnya shalat itu adalah sikap merasa hina dan merendahkan diri,”
وقال النبى صلى الله عليه وسلم : من لم تنهه صلاته عن الفحشاء والمنكر لم يزدد من الله الا بعدا وصلاة الغافل لاتمنع من الفحشاء والمنكر
bersabda Nabi Muhammad Saw.,”Barang siapa yang shalatnya tidak mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar, maka tidak akan menambah apa-apa didepan Allah kecuali lebih jauh dari-Nya.”sedang shalat orang yang lupa tidak dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar.
وقال النبى صلى الله عليه وسلم : كم من قائم وليس له من قيامة الا التعب والنصب , وماأراد به الا الغافل
Nabi Muhammad Saw. Bersabda,”Banyak sekali orang yang berdiri untuk ibadah ( tengah malam ),tetapi tidak diperoileh apa-apa dari-Nya kacuali hanya kelelahan dan kepayahan.” Tidaklah dikehendaki beliau dengan sabdanya itu kecuali orang yang lupa.
وقال النبى صلى الله عليه وسلم : ليس للعبد من صلاته الا ما عقل منها
Nabi Muhammad Saw.bersabda,” Tidak ada yang diperoleh bagi seorang hamba dari shalatnya kecuali apa yang dia angan-angankan dari shalat itu.”
وقال أهل المعرفة : الصلاة أربعة أشياء : الشروع مع العلم والقيام مع الحياء والأداء مع التعظيم والخروج مع الخوف
Ahli Ma`rifat mengatakan ,” Shalat itu ada empat syarat hal, melaksanakannya dengan ilmu, berdiri dengan rasa malu, menunaikannya dengan disertai sikap mengagungkan dan keluar darinya dengan disertai rasa takut.”
وقال بعض المشايخ : من لم يجمع قلبه على الحقيقة فسدت صلاته
Sebagian Masyayikh berkata,”Barang siapa yang tidak membulatkan hatinya dengan sungguh-gsungguh, maka rusaklah shalatnya.”
وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : فى الجنة نهر يقال له الأفيح فيه حوارى خلقهن الله من الزعفران يلعبن بالدر والياقوت يسبحن الله بسبعين ألف لغة أصواتهن أطيب من صوت داود عليه السلام ويقلن نحن لمن صلى صلاته بالخشوع والحضور فيقول الله تعالى لأسكننه دارى ولأجعلنه من زوارى
Dan Nabi Muhammad Saw.bersabda,” Di dalam surga terdapat sebuah sungai yang di sebut Al-Afyah, didalamnya terdapat bidadari –bidadari yang diciptakan Allah dari Za`faron.” Mereka mempermainkan mutiara dan yaqut serta membaca tasbih kepada Allah dengan tujuh puluh ribu bahasa.Suara mereka lebih merdu dari suara Nabi Daud As.mereka berkata,” Kami diperuntukkan bagi orang yang mengerjakan shalatnya dengan khusyu` dan kehadiran hati.” Allah lalu berfirman,”Sungguh aku akan menempatkannya di dalam perkampungan-ku dan menjadikannya dari golongan orang-orang yang mengunjungi-ku.”
وروى أنّ الله تعالى أوحى إليه قل لعصاة أمتك لا بذكرونى فإنى ذكرتنى فاذكرنى وأنت تنتقض أعضاؤك وكن عند ذكرى خاشعا مطمئنا وإذا ذكرتنى فاجعل لسانك من وراء قلبك وإذا قمت بين يدى فقم قيام العبد الذليل وناجى بقلب وجل ولسان صادق
Diriwayatkan sesungguhnya Allah Swt.memberikan wahyu kepada Nabi Musa As,”Hai Musa, apabila engkau dzikir kepadaku, maka dzikirlah sedang semua anggota badanmu bergetar.
Ketika dzikir kepada-Ku jadikanlah lidahmu di belakang hatimu.
Ketika engkau berdiri di hadapan-Kudengan khusyu` dan tenang dan jadikanlah lidahmu dibelakang hatimu.Ketika engkau berdiri dihadapan-Ku berdirilah seperti seorang hamba yang hina dan berbisiklah pada-Ku dengan hati yang rasa takut dan ucapan yang benar.”
وروى أنّ الله تعالى أوحى إليه – ل لعصاة أمّتك لايذكرونى فإنى آليت على نفسى أن من ذكرنى ذكرته فإذا ذكرونى ذكرتهم باللعنة هذا فى عاص غير غافل فى ذكره فكيف إذا اجتمعت الغفلة والعصيان
Dan diriwayatkan sesungguhnya Allah Swt.menurunkan wahyu kepadanya,”Katakanlah kepada umatmu yang durhaka,” Janganlah mereka mengingat-ku, karena sesungguhnya Aku telah bersumpah pada Zat-Ku, sesungguhnya orang yang mengingat-Ku tentu Aku mengingatnya. Maka apabila mereka mengingat-Ku tentu Aku mengingatnya dengan laknat.”semua ini menerangkan tentang orang yang durhaka, tetapi tidak lupa dengan melekukan dzikirnya. Lalu bagaimana kalau lupa dan maksiat berkumpul ?
قال بعض الصحابة رضى الله عنهم : يحشر الناس يوم القيامة على مثال هيئتهم فى الصلاة من الطمأنينة والهدوء ومن وجود النعيم بها واللذة
Sebagian Sahabat Nabi ra.berkata ,”Besok hari kiamat manusia akan dikumpulkan seperti keadaan mereka ketika shalat, yaitu berupa kekhusyuan ,ketenangan, adanya perasaan nikmat dan nyaman.”
ورأى النبى صلى الله عليه وسلم : رجلا يعبث بلحيته فى صلاته فقال لو خشع قلب هذا لخشعت جوارحه
Nabi Muhammad Saw.pernah melihat seorang laki-laki yang mempermainkan jenggotnya di dalam shalatnya. Beliau bersabda,” Seandainya hati orang ini khusyu` maka khusyu` pula semua anggotanya.”
وقال من لم يخشع قلبه ردت صلاته
Beliau juga bersabda,”barang siapa yang tidak khusyu` hatinya maka dikembalikanlah shalatnya.”
واعلم أنّ الله مدح الخاشعين المتواضعين فى الصلاة فى غير آية فقال : (( فى صلاتهم خاشعون )) , (( على صلواتهم يحافظون )) , (( على صلاتهم دائمون ))
Ketahuilah, sesungguhnya Allah Swt.memuji orang-orang yang khusyu` dan merendahkan diri didalam shalat tidak hanya dalam satu du ayat saja. Allah berfirman :
“khusyu' di dalam shalatnya.”
( QS.Al-Mu`minun : 2 )
“ memelihara shalatnya.”
( QS.Al-Mu`minun : 9 )
“ tetap mengerjakan shalatnya.”
( QS.Al-Ma`arij :23 )
قيل ان المصلين كثير والخاشعير بين الصلاة قليل والحاج كثير والبار قليل والطير كثير والعندليب قليل والعالم كثير والعامل قليل والصلاة محل الخضوع ومعدن التواضع والخشوع وهذا علامة القبول الخشوع
Dikatakan, sesungguhnya banyak orang yang melakukan shalat , tetapi orang yang khusyu` di dalam shalatnya adalah sedikit. Banyak orang yang beribadah haji, tetapi yang berbuat baik hanya sedikit. Burung itu jumlahnya banyak tetapi burung yang di sebut andalib ( sebangsa kacer ) jumlahnya sedikit. Dan banyak orang yang alim, tetapi sedikit yang beramal.Shalat adalah tempat kekhudhuan ( ketenangan semua anggota badan ) dan sumber tawadhu` dan khusyu`. Semua ini ciri shalat diterima. Karena untuk sah dan diterimanya shalat itu ada syaratnya. Syarat sahnya adalah melaksanakan kewajiban shalat itu, sedang syarat diterimanya shalat adalah khusyu`,
قال تعالى : (( قد أفلح المؤمنون * الذين هم فى صلاتهم خاشعون )) ..الآية. والتقوى قال الله تعالى : (( إنّما يتقبل الله من المتقين ))
sebagaimana firman Allah Swt :
“ Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya.”
( QS.Al-Mu`minun : 1-2 )
Allah Swt.berfirman :
"Sesungguhnya Allah hanya menerima (shalat) dari orang-orang yang bertakwa".
( QS.Al-Maidah : 27 )
وقال صلى الله عليه وسلم : من صلى ركعتين مقبلا فيهما على الله بقلبه خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمّه
Nabi Muhammad Saw. Bersabda :” Barang siapa yang shalat dua rakaat dengan menghadapkan hatinya kepada Allah, maka dia keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari ibunya melahirkannya.”
واعلم أنه لايلهى عن الصلاة الا الخواطر الواردة الشاغلة فلابد من دفعها ودفعها قد يكون بالصلاة فى مظلم أوخال عن الشواغل من الأصوات والفرش المنقوشة والتجرد عن الملابس المزينة بحيث تلهيه إذا نظر إليها فى الصلاة
Ketahuilah, sesungguhnya tidak akan melengahkan orang dari shalat kecuali hal-hal yang melintas di hati, yang datang dan mengganggu.jadi tidak bisa lain kecuali harus menolaknya. Sedang penolakan terhadapnya bisa dengan mengerjakan shalat itu dalam gelap atau tempat yang sunyi dari semua yang mengganggu, baik suara atau tikar yang berbatik, serta menghindari pakaian-pakaian berhias yang kira-kira dapat melengahkannya kalau dia memandangnya ketika shalat.
كما روى أنّه صلى الله عليه وسلم لما لبس الخميصة التى أتاه بها أبو جهم وعليها علم وصلى بها نزعها بعد صلاته وقال إذهبوا بها إلى أبى جهم فإنّها ألهتنى آنفا عن صلاتى وأمر صلى الله عليه وسلم بتجديد شراك نعله ثمّ نظر إليه فى صلاته اذ كان جديدا فأمر أن ينـزع منها ويرد الاشراك الخلق وكان صلى الله عليه وسلم فى يده خاتم من ذهب قبل التحريم وكان على المنبر فرماه وقال شغلنى هذا نظرة إليه ونظرة إليكم
Sebagaimana diriwayatkan, bahwasanya Nabi Muhammad Saw. Ketika memakai Khamishah ( Jubah hitam dari bulu binatang ) yang dihadiahkan dari Abu Jahm kepada beliau . Dalam khamishah itu terdapat tanda yang menyolok.Nabi memakainya dalam shalat kemudian melepaskannya setelah shalat. Beliau bersabda,” Bawalah dia kepada Abu Jahm, karena dia telah membuat lengah aku memperbaharui tali sandalnya.” Kemudian beliau memerintahkan untuk mencabut tali baru itu dari sana dan dipasang lagi yang lama.Nabi Muhammad Saw. Pernah memakai cincin emas pada tangannya sebelum diharamkan.Ketika beliau berada di atas mimbar dilemparkanlah cincin itu dan beliau bersabda, “ Cincin ini telah menggangguku, sekali saja aku memandangnya dan sekali saja aku memandangmu.” Diriwayatkan sesungguhnya Abu Thalhah shalat dikebunnya.Didalam kebun itu terdapat sebuah pohon.pada saat itu dia merasa terpesona dengan burung dabasi yang terbang ke pohon itu dan mencari jalan keluar.Diikutinya burung itu dengan pandangannya, kemudian lupalah dia beberapa shalat yang telah dia kerjakan. Dia menceritakan kepada Rasulallah Saw. Tentang fitnah yang telah menimpa dirinya itu dan dia berkata,” Kebun itu adalah sedekahku, ya Rasullah. Pilihlah dari kebun tempat mana saja yang engkau sukai.
وعن رجل آخر أنّه صلى فى حائط له والنخيل مطوقة بثمرها فنظر إليها فأعجبته ولم يدر كم صلى فذكر ذلك لعثمان رضى الله عنه وقال هو صدقة فاجعله فى سبيل الله عزّ وجلّ فباعه بخمسين ألفا
Dari seorang laki-laki yang lain,bahwasannya dia telah shalat di dalam kebunnya sementara pohon kurma tempat indah di hiasi dengan buah-buahnya.Laki-laki itu memandangnya dan merasa kagum melihatnya. Setelah itu dia tidak tahu berapa rakaat dia telah melakukan shalatnya. Diceritakannya hal itu kapada sayyid Utsman bin Affan ra. Dan berkata,” Pohon itu adalah sedekah. Jadikanlah Dia dijalan Allah Azza wa jalla. Lalu kebun itu dijual oleh utsman dengan harga lima puluh ribu dirham.”
وقال بعض السلف : أربعة فى الصلاة من الجفاء : الإلتفات ومسح الوجه وتسوية الحصا وأن تصلى بطريق من يمر بين يديك
Sebagian U`lama salaf berkata ,” Ada empat hal dalam shalat yang termasuk penyimpangan, yaitu: menoleh,mengusap wajah, meratakan batu kerikil dan engkau salat di jalan dimana orang akan lewat di mukamu.”
وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إنّ الله عزّ وجلّ مقبل على المصلى مالم يلتفت
Nabi Muhammad Saw.bersabda ,”Sesungguhnya Allah Swt.memandang pada orang yang shalat selama dia tidak menoleh.”
وكان الصديق رضى الله عنه فى صلاته كأنه وتد وبعضهم كان يسكن فى ركوعه بحيث تقع العصافير عليه كأنه جماد وكل ذلك يقتضيه الطبع بين يدى من يعظم من أبناء الدنيا فكيف لا يتقاضاه بين يدى ملك الملوك
Abu Bakar Ash-shidiq ra.berada dalam shalatnya bagaikan tonggak.Sebagian U`lama sangat tenang di dalam ruku`nya sampai burung-burung pipit turun pada mereka, seakan-akan mereka merupakan barang tak bernyawa. Semua itu terjadi karena, tabi`at yang normal akan mengharuskan sikap demikian itu dihadapan orang yang di agungkan,lalu bagaimana hal itu tidak terjadi di hadapan raja segala raja.
وفى التوراة مكتوب ياابن آدم لاتعجز أن تقوم بين يدى مصليا جاكيا فأنا الله الذى اقتربت من قلبك وبالغيب رأيت نورى
Didalam kitab taurat tertulis ,”Wahai anak cucu adam, jangan kamu mersa lemah untuk berdirei dihadapan-Ku shalat dengan mengis .Akulah Allah Rabb yang dekat dengan hatimu dan di dalam kegaiban kamu akan melihat nur-Ku.”
وروى أنّ عمر بن الخطاب رضى الله عنه قال على المنبر أنّ الرجل ليشيب عارضاه فى الإسلام وما أكمل الله تعالى صلاة
Diriwayatkan sesungguhnya Umar bin Khathab ra. Berkata diatas mimbar ,” Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang kedua jambangnya akan beruban di dalam islam, tetapi tidak pernah dia menyempurnakan shalatnya untuk Allah Swt.”
قيل وكيف ذلك قال لايتم خشوعها وتواضعها وأقباله على الله عزّ وجلّ فيها
Dia di tanya,” Bagai Mana itu bisa terjadi ?”Dia menjawab ,”Dia tidak menyempurnakan kekhusyu`annya, tawadhu`nya dan sikapnya menghadap kepada Allah Swt. Di dalamnya.”
وسئل أبو العالية قوله تعالى : (( الذين هم عن صلاتهم ساهون ))
Abul-Aliyah di tanya tentang firman Allah Swt. :
“ (yaitu) orang-orang yang lupa dari shalatnya.”
( QS.Al-Ma`un : 5 )
قال هو الذى يسهو فى صلاته فلا يدرى على كم ينصرف أعلى شفع أم على وتر
Dia berkata,” Yaitu orang yang lupa akan shalatnya, lalu ia tidak tahu sampai raka`at berapakah dia telah melakukan shalat, pada raka`at genap atau ganjilkah ia ?”
وقال الحسن رضى الله عنه : هوالذى يسهو عن وقت الصلاة حتى تخرج
Hasan berkata,” Yaitu orang yang lupa dari waktu dari waktu shalat sehingga shalat itu keluar.”
وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : قال الله تعالى : لاينجومنى عبدى الا بأداء ماافترضته عليه
Nabi Muhammad Saw. Bersabda,” Allah Swt.berfirman,”Hamba-Ku tidak akan selamat dari siksa-Ku, kecuali dengan menunaikan kewajiban yang aku wajibkan pada-nya. ”
قال الله تعالى : (( قد أفلح المؤمنون * الذين هم فى صلاتهم خاشعون ))
Berfirman Allah Swt :
“ Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya.”
( QS.Al-Mu`minun : 1-2 )
إعلم أنّ الخشوع منهم من جعله من أفعال القلوب كالخوف والرهبة ومنهم من جعله من أفعال الجوارح كالسكون وترك الإلتفات والعبث
Ketahuilah bahwa mengenai khusyu` itu, ada di antara u`lama yang menjadikannya sebagai sifat-sifat hati seperti khawatir dan takut, dan ada diantara mereka yang menjadikannya sebagai perbuatan anggota-anggota lahir, seperti diam, tidak menoleh dan tidak bermain.
وقد اختلفوا فى الخشوع
Mereka juga berbeda pendapat mengenai khusyu` itu,
هل هو من فرائض الصلاة أو من فضائلها ؟
apakah dia termasuk rukun shalat atau keutamaannya,
على قولين .واستدل من قال بالأوّل بحديث : (( ليس للعبد من صلاته الا ماعقل )) وبقوله تعالى (( وأقم الصلاة لذكرى )) والغفلة تضاد الذكر ولهذا قال تعالى : (( ولا تكن من الغافلين ))
menjadi dua buah pendapat.Orang yang berpendapat pertama memakai dalil hadits,”Tidak ada bagi seorang hamba dari shalatnya kecuali apa yang diangankannya, dan dengan firman Allah Swt :
“ dirikanlah shalat untuk mengingat aku.”
( QS.Thaha : 14 )
Sedang kelengahan bertentangan dengan sikap mengingat itu.
karena itulah Allah Swt.berfirman :Ÿ
“ dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang lalai.”
( QS.Al-A`raf : 205 )
أخرج البيهقى عن محمّد بنسيرين قال نبئت أنّ رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذ صلى رفع بصره إلى السماء فنـزلت الآية
Imam Baihaqi ra. Meriwayatkan dari muhammad bin sirin ra., dia berkata,” Diceritakan padaku sesungguhnya Rasulallah Saw. Bila sedang shalat mengangkat penglihatannya ke langit. Lalu turunlah ayat tersebut di atas.”
وزاد عبد الرزق عنه فأمره بالخشوع فرمى بـبصره نحو مسجده
Abdur Razzaq menambahkan dari Muhammad bin sirin itu. Lalu Allah memerintahkannya dengan kekhusyu`an dan beliau melemparkan pandangannya karah tempat sujudnya.
وأخرج الحكم والبيهقى عن أبى هريرة كان صلى الله عليه وسلم : إذا صلى رفع بصره إلى السماء فنـزلت هذه الآية فطأطأ رأسه
Al-Hakim dan Baihaqi meriwayatkan dari Abu Hurairah ra.,” Rasulullah Saw. Bila sedang shalat waktu itu selalu mengangkat pandangannya ke langit. Lalu turunlah ayat ini, maka beliau menundukkan kepalanya .”
وروى عن الحسن أنّ النبى صلى الله عليه وسلم قال : مثل الصلاة الخمس كمثل نهر جار على باب أحدكم كثير الماء يغتسل فيه كل يوم خمس مرات فهل يبقى عليه من الدرن شيئ ؟ يعنى أنّ الصلوات تطهر من الذنوب ولا تبقى منها شيئا فيما دون الكبائر وهذا إذا صلى بخشوع وخضور قلب والا فهى مردودة عليه
Dan di riwayatkan dari hasan, sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. Bersabda, perumpamaan shalat lima waktu adalah seperti sungai yang banyak airnya yang mengalir di muka pintu rumah seorang dari kamu sekalian. Dia mandi disana setiap hari lima kali, lalu apakah masih tersisa padanya sedikit dari daki?” Yakni sesungguhnya shalat-shalat itu menyucikan seseorang dari dosa dan tidak menyisakan sedikitpun dari dosa-dosa itu, kecuali yang besar-besar. Semua ini apabila dia shalat dengan khusyu` dan kehadiran hati. Kalau tidak khusyu`, maka shalat itu ditolak.
Bersabda Nabi Muhammad Saw. “ barangsiapa yang shalat dua raka`at dan tidak berbicara dengan hatinya mengenai segala sesuatu dari masalah duniawi di dalam dua raka`at itu, di ampunilah apa yang telah berlalu dari dosa-dosanya.”
وقال صلى الله عليه وسلم : إنمآ فرضت الصلاة وأمر بالحج والطواف وأشعرت المناسك لاقامة ذكر الله تعالى فإذا لم يكن فى قلبك ااذكرو الذى هو المقصود والمبتغى عظمة ولا هيبة فما قيمة ذكرك
Bersabda Nabi Muhammad Saw.”sesungguhnya diwajibkannya shalat, diperintahkan ibadah haji, dan thawaf serta disyiarkan amalan-amalan haji hanya untuk mengagungkan nama Allah Swt. Maka apabila tidak di temukan dalam hatimu keagungan dan tidak pula kewibawaan bagi Zat yang di sebut, dan hanya Zat itulah yang menjadi tujuan yang di inginkan, lalu apakah artinya penyebutanmu itu ?”
وقال صلى الله عليه وسلم : من لم تنهه صلاته عن الفحشاء والمنكر لم يزدد من الله الا بعدا
Bersabda pula Nabi Muhammad Saw. “ barangsiapa shalatnya tidal mencegah/menghalanginya dari perbuatan keji atau munkar, tidaklah dia bertambah dekat dengan Allah , melainkan bertambah jauh.”
وقال بكر بن عبد الله ياابن آدم إذا شئت أن تدخل على مولاك بغير اذن وتكلمه بلا ترجمان دخلت , قيل وكيف ذلك قال تسبغ وضؤك وتدخل محرابك فإذا أنت قد دخلت على مولاك بغير اذن فتكلمه بغير ترجمان
Bakar bin Abdullah berkata , “ Hai anak cucu Adam, kalau engkau ingin masuk pada Rabbmu tanpa izin lalu engkau berbicara dengan-Nya tanpa penterjemah, maka engkau tentu bisa masuk.” Dikatakan , Bagaimana itu bisa terjadi?” Dia berkata ,” Engkau sempurnakan Wudhu`mu dan engkau masuk langgarmu. Ketika itulah engkau telah benar-benar masuk kepada Rabbmu tanpa izin dan berbicara dengan –Nya tanpa penterjenmah.”
وعن عائشة رضى الله عنها قالت كان رسول الله صلى الله عليه وسلم : يحدثنا ونحدثه فإذا حضرت الصلاة فكأ نّه لم يعرفنا ولم نعرفه اشتغالا بعظمة الله عزّ وجلّ
Diriwayatkan dari Aisyah ra. Dia berkata ,” Rasulullah Saw.sedang berbicara dengan kami. Lalu ketika datang waktu shalat, berubahlah wajah beliau seakan-akan beliau tidak mengenal kami dan kami tidak mengenal beliau, karena tenggelam dalam keagungan Allah Swt.
وقال صلى الله عليه وسلم : لا ينظر الله إلى الصلاة لا يحضر الرجل فيها قلبه مع بدنه
Bersabda Nabi Muhammad Saw. Allah tidak menganggap kepada shalat yang seseorang tidak menghadirkan hatinya bersama badannya.”
وكان إبراهيم الخليل إذا قام إلى صلاة يسمع وجيب قلبه على ميلين
Nabi Ibraqhim Al-Khalil ketika berdiri menjalankan shalat, terdengarlah gemuruh hatinya dari jarak dua mil.
وكان سعيد التنوخى إذا صلى لم تنقطع الدموع من خديه على لحيته
Said At-Tanukhi bila sedang melakukan shalat, air mata tak pernah berhenti mengalir dari kedua pipinya kearah jenggotnya.
ورأى رسول الله صلى الله عليه وسلم : رجلايعبث بلحيته فى الصلاة
Dan Rasulullah Saw. Pernah melihat seorang laki-laki yang mempermainkan jenggotnya dalam shalat.
فقال صلى الله عليه وسلم : لو خشع قلب هذا لخشعت جوارحه
Beliau bersabda,” Seandainya hati orang ini khusyu` , tentu khusyu` pula semua anggota tubuhnya.”
وروى أن عليا كرم الله وجهه كان إذا حضرت الصلاة يتـزلزل ويتـلون وجهه فيقال له مالك يا أمير المؤمنين فيقول جاء وقت أمانةعرضها الله على السموات والأرض والجبال فأبين أن يحملنها وأشفقن منها وحملتها
Sesungguhnya sayyid Ali bin abi Thalib Kwh. Bila waktu shalat telah datang dia menjadi tergoncang dan pucat wajahnya . lalu dikatakan kepadanya ,” Wahai Amirul Mu`minin, ada apa denganmu ?” Dia menjawab,”Telah datang waktu Amanat yang pernah ditawarkan oleh Allah pada langit, bumi dan gunung. Semuanya menolak untuk memikulnya dan mengkhawatirkan amanat itu, tetapi aku telah memikulnya.”
ويروى عن على بن الحسن أنّه كان إذا توضأ اصفر لونهفيقول له أهله ما هذا الذى يعتريك عند الوضوء فيقول أتدرون بين يدى من أريد أن أقوم
Diriwayatkan dari Ali zainal a`bidin bin Husain, sesungguhnya apabila dia sedang wudhu menjadi pucatlah warna kulitnya. Istrinya bertanya kepadanya,” apa yang terjadi padamu ketika wudhu?”Dia menjawab,” Adakah engkau tahu, di hadap[an siapakah aku hendak berdiri menghadap?”
ويروى عن حاتم الأصم أنّه سئل عن صلاته فقال إذا حانت الصلاة أسبغت الوضوء وأتيت الموضع الذى أريد الصلاة فيه فأتمعد فيه حتى تجتمع جوارحى ثمّ أقوم إلى الصلاة وأجعل الكعبة بين حاجبى والصراط تحت قدمى والجنة عن يمينى والنار عن شمالى وملك الموت ورائى وأظنها آخر صلاتى ثمّ أقوم بين الرجاء والخوف وأكبر تكبيرا بتحقيق وأقرأ قراءة بترتيل وأركع ركوعا بتواضع وأسجد سجودا بتخشع وأقعد على الورك الأيسر وأفرش ظهر قدمها وأنصب القدم اليمنى على الابهام وأتبعها الإخلاص ثمّ لاأدرى أقبلت منى أم لا
Diriwayatkan dari Hatin Al-Asham, sesungguhnya dia di tanya mengenai shalatnya.Dia berkata ,” Apabila waktu shalat datang, aku lekas menyempurnakan wudhu. Aku datang ketempat dimana aku akan melakukan shalat.dan aku datang ke tempat di mana aku akan melakukan shalat, dan aku duduk di sana hingga semua anggota tubuhku menyatu, kemudian barulah aku berdiri shalat.Aku jadikan ka`bah berada diantara hajatku, shirat berada di bawah telapak kakiku, surga disebelah kananku, neraka disebelah kiriku,malaikat maut ada dibelakangku dan aku menganggap shalat itu merupakan shalat terakhir. Kemudian aku berdiri di tengah-tengah roja ( mengharaf rahmat Allah ) dan khauf ( takut azab allah ), aku membaca takbir dengan takbir yang mantap, membaca dengan tartil, aku ruku` dengan ruku` yang disertai tawadhu`, aku sujud dengan sujud yang khusyu` aku duduk di atas pantat sebelah kiri dan membuat alas punggung telapak kaki kiri itu, aku menegakkan telapak kaki kanan pada ibi jarinya, dan aku sertakan rasa ikhlas atas shalatku itu, kemudian aku tidak tahu apakah shalat dariku itu diterima atau tidak.”
وقال ابن عباس رضى الله عنه ركعتان مقتصدتان فى تفكر خير من قيام ليلة والقلب ساه
Ibnu Abbas ra. Berkata ,” Dua rakaat yang tidak terlalu lama dengan tafakkur adalah lebih baik daripada berdiri semalam, sementara hati dalam kelengahan.”
وقال صلى الله عليه وسلم : يأتى فى آخر الزمان ناس من أمتى يأتون المساجد فيقعدون فيها حلقا ذكرهم الدنيا وحب الدنيا لا تجالسوهم فليس لله بهم حاجة
Bersabda nabi Muhammad Saw. “ Bakal datang di akhir masa, orang-orang dari umatku yang datang ke masjid-masjid , mereka duduk disana bergerombol, tetapi dzikir mereka masalah duniawi dan cinta dunia . janganlah kamu berkumpul dengan mereka, karena Allah tidak membutuhkan mereka.”
وعن الحسن أنّ النبي صلى الله عليه وسلم قال : ألا أخبركم بأسواالناس سرقة قالوا من هو يا رسول الله قال الذى يسرق من صلاته قالوا وكيف يسرق من صلاته قال لايتم ركوعها ولا سجودها
Dari Sayyid Hasan ra. Sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. Bersabda,” Maukah kamu bercerita tentang orang yang paling buruk dalam mencuri ?”Mereka bertanya,” Bagaimana caranya dia mencuri shalatnya ?” Beliau bersabda ,” Yaitu tidak menyempurnakan ruku` dan sujudnya.”
وقال صلى الله عليه وسلم : أوّل ما يحاسب به العبد يوم القيامة الصلاة فإن كان قد أتمها هون عليه الحساب وإن كان قد انتقص منها شيئا
Bersabda nabi Muhammad Saw. “ Pertama kali yang dihisabkan pada seorang hamba besok hari kiamat adalah shalat. Kalau dia telah menyempurnakannya,diringankanlah hisab baginya dan kalau dia telah mengurangi sedikit dari shalat itu,
قال الله تعالى لملائكته هل لعبدى من تطوع فأتموا الفريضة منه
berfirmanlah Allah Swt. Pada para malaikat, “ Adakah hamba-Ku itu memiliki sunat, maka sem,purnakanlah kewajiban dengan itu.”
وقال صلى الله عليه وسلم : ما أعطى عبد عطاء خيرا من أن يؤذن له فى ركعتين يصليهما
Bersabda Nabi Muhammad Saw. “ tidaklah seorang hamba diberi sesuatu yang lebih baik daripada kalau dia di izinkan melakukan shalat dua raka`at.”
وكان عمر بن الخطاب رضى الله عنه إذا أراد القيام إلى الصلاة اترتعد فرائمه وتصطك أسنانه فقيل له ماذلك قال حان وقت أداء الأمانة وقضاء الفريضة ولا أدرى كيف أؤديها
Umar bin Khathab ra., bila hendak berdiri menjalankan shalat persendian-persendiannya bergetar dan gigi-giginya beradu.Lalu ditanyakan padanya tentang itu. Dia menjawab,” Telah datang waktu untuk menyampaikan amanat dan menunaikan kewajiban, sedang aku tidak tahu bagaimana aku akan menunaikannya.
حكى عن خلف بن أيوب أنّه كان قائما فى الصلاة فلدغة زنبور فسال منه الدم وهو لايشعر حتى خرج ابن سعيد فأعلمه بذلك فغسل ثوبه فقيل له يلدغك زنبور ويسيل منك الدم ولم تشعر به فقال أيشعر بمثل هذا من يكون واقفا بين يدى الملك الجبار وملك الموت على قفاه والنار عن شماله والصراط تحت قدميه
Ada sebuah kisah dari Khalaf bin Ayyu, sesungguhnya dia pernah berdiri dalam shalat. Tiba-tiba lebah menyengatnya dan mengalirlah darahnya, tetapi dia tidak merasakan hal itu. Hingga pada akhirnya Ibnu Sa`id keluar dan memberitahukannya mengenai hal itu. Dia lalu membasuh pakaiannya dan di tanyakan padanya ,” Engkau di sengat lebah dan darah keluar darimu. Mengapa engkau tidak merasakannya?” dia balik bertanya,”Adakah hal itu terasa bagi seseorang yang sedang berdiri di hadapan Rabb yang Raja lagi Maha Perkasa, sedang malaikat maut berada di tengkuknya , mereka di sebelah kirinya dan shirat di bawah telapak kakinya.”
ووقعت الآكلة فى يد عمرو بن ذر وكان جليلا فى الزهد والعبادة فقال له الأطباء لابدلك من قطع هذه اليد فقال اقطعوها فقالوا : لانقدر على قطعها الا أن نشدك بالجبال فقال لا ولكن إذا شرعت فى الصلاة فاقطعوها حينئذ فلما دخل فى الصلاة قطعت يده ولم يشعر بذلك
Amr bin Dzarr terserang sakit yang dapat merontokkan tangannya. Dia adalah orang yang tinggi dalam zuhud dan i`badah.Dokter-dokter berkata kepadanya ,” tidak bisa lain harus dipotong.” Dia menjawab,” Potonglah?” mereka berkata, “ kami tidak dapat memotongnya kecuali kami harus mengikatmu dengan tali.” Dia berkata,” Jangan lakukan itu, kecuali bila aku sudah masuk dalam shalat, potonglah saat itu.” Ketika dia sudah masuk dalam shalat dipotonglah tangannya itu dan dia tidak dapat merasakan hal itu.
Segala jenis puji hanya milik Allah yang menyinari hati orang-orang mengetahui Rabb-Nya, dengan cahaya kecantikan-Nya. Membakar hati orang yang asyik merindukan-Nya, dengan kehebatan kemulian-Nya. Memakmurkan rahasia orang-orang yang menjadi penghubung ke jalan-Nya, dengan pertolongan-Nya yang lemah -lembut. Shalawat dan salam ِselamanya kepada makhluknya yang terbaik, pemimpin kami Qiblatuna Muhammad Saw. Penutup para Nabi dan Rosul yang memiliki Syafaat Uzhma dan pemimpin para hamba yang cemerlang dan shalawat serta salam ِselamanya kepada keluarganya. Begitu juga kepada seluruh para Nabi dan rasul, para malaikat muqarrobin, para sahabatnya, syuhadanya, para u`lamanya yang mengamalkan ilmunya dan para walinya. Salawat Allah dan salam-Nya kepada mereka semua.Aaaaaamiiiin.
مجليس التعليم المسافر الخانة. Diberdayakan oleh Blogger.